Annyeong haseyo, chinguya! mianhae ya kalau fanfiction ini jelek. maklum yang pertama .___.
terus juga gak berani bikin yang "gitu-gitu" .___.v selamat membaca .... *lenyap*

[Author POV]

“Annyeong hasimnika, yeorobeun! Hari ini kelas kita akan mendapat satu anggota baru.” Ujar Kim Seonsaengnim di depan kelas. Seketika seisi kelas berbisik-bisik membicarakan si anak baru itu. “Silakahkan masuk.” Kim Seonsaengnim melambai-lambaikan tangannya memberi isyarat. Seorang namja tampan berjalan memasuki kelas. Segera saja para yeoja berusia 17 tahunan itu tidak bisa bernapas karenanya. “Aigo~~! Hyun Ri-ah! Lihat namja itu!” bisik Ha Ra pada teman di sebelahnya yang cuek-cuek saja melihat namja tampan yang kini sudah berdiri di depan kelas.

Headset berwarna putih yang melingkar di leher namja tampan itu, menambah kesan cool pada dirinya. “Silahkan perkenalkan dirimu.” Ujar Kim Seonsaengnim. “Ne. Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Ujar namja itu sambil membungkuk sopan. BRUUK!! Tiba-tiba saja seorang yeoja terjatuh ke lantai. “Ha Ra-ah!” Hyun Ri melompat ke lantai. “Ha Ra-ah!!” Hyun Ri kebingungan melihat teman sebangkunya itu pingsan. “Waeyo? Hyun Ri-ssi tolong bawa dia ke ruang kesehatan.” Kata Kim Seonsaengnim. “Ne.” Hyun Ri langsung memapah temannya itu ke ruang kesehatan.

Tidak lama setelah dibaringkan di ruang kesehatan, Ha Ra tersadar. “Aku dimana…?” ujar Ha Ra pelan. “Ruang kesehatan. Sudah sadar? Kalau begitu aku kembali ke kelas ya.” Hyun Ri langsung berjalan ke kelas, meninggalkan Ha Ra yang masih bingung. “Apa-apaan dia? Cuma melihat seorang namja saja langsung pingsan begitu.” Ujar Hyun Ri sambil membuka pintu kelas.

“Mwo? Kim Seonsaengnim, kenapa namja itu duduk di tempat Ha Ra-ah?” tanya Hyun Ri. Ekspesinya terlihat sangat kaget. Yang sedang dibicarakan hanya cuek sambil sibuk mencatat rumus matematika di papan tulis. “Karena Ha Ra-ssi masih di ruang kesehatan, tidak ada salahnya bukan kalau Kyuhyun-ssi duduk di sebelahmu?” kata Kim Seonsaengnim tanpa mengalihkan pandangannya dari papan tulis. “Aish… Sebentar lagi dia juga—“ “Mianhae, Kim Seonsaengnim. Aku sudah kembali.” Ujar Ha Ra. “A… Kalau begitu, kau tidak keberatan kan kalau mulai hari ini kau duduk di sebelah Henry-ssi?” tanya Kim Seonsaengnim pada Ha Ra.

“Aish…” Hyun Ri berjalan gontai ke arah tempat duduknya. Ha Ra tanpa protes langsung membereskan tas dan barang-barangnya dan duduk di sebelah Henry yang tidak kalah tampannya. “Boleh aku duduk di sini?” tanya Ha Ra pada Henry. “A, ne. Silahkan.” Henry menarik kursi di sebelahnya, mempersilahkan Ha Ra duduk. “Gomawo.” Ha Ra duduk dengan manis di sebelah namja yang jago bermain violin itu. “Hisshhh…” Hyun Ri memandang kesal ke arah sahabatnya itu.

“Waeyo? Kau cemburu ya dia duduk dengan namja itu?” tanya Kyuhyun sambil tetap mencatat soal yang kini sudah ditulis Kim Seonsaengnim. “Mwo? Aish… Jelas tidak! Untuk apa cemburu?” ujar Hyun Ri. Yeoja itu kemudian melanjutkan mencatat. Namja di sebelahnya hanya tersenyum kecil.

“Mianhae, boleh aku pinjam penghapusmu?” tanya Kyuhyun. “Ng? Ne. Pakai saja.” Jawab Hyun Ri sambil terus mengerjakan soal yang diberikan Kim Seonsaengnim. “Gomawo.” Ujar namja itu. “Hyun Ri-ah!” panggil Soo Hee, yeoja yang duduk tepat di belakang Hyun Ri. “Wae?” tanya Hyun Ri sambil tetap tekun pada pekerjaannya. “Temui aku jam istirahat.” Kata Soo Hee. “Aku harus ke perpustakaan.” Tolak Hyun Ri. “Sebentar saja.” Paksa Soo Hee. “Tidak bisa. Aku sudah janji akan ke perpustakaan begitu bel istirahat.” Tolak Hyun Ri.

“Sebentar saja, Hyun Ri-ah~~!” rengek Soo Hee. “Mian, aku tidak bisa mengerjakan kalau ka uterus mengganggunya.” Kata Kyuhyun pada Soo Hee. Sebenarnya Kyuhyun tersenyum manis pada Soo Hee, tapi entah kenapa Soo Hee takut melihatnya dan langsung diam seribu bahasa. “N-ne… Mianhae.” Ujar Soo Hee, ketakutan.

“Gomawo.” Kata Hyun Ri pelan. “Wae?” tanya Kyuhyun. “Kau menghentikannya menggangguku.” Jawab Hyun Ri. “Gwenchanayo.” Kata Kyuhyun. Keduanya kembali tekun pada pekerjaan masing-masing. Sekitar lima menit kemudian, Hyun Ri sudah selesai mengerjakan soal-soalnya disusul oleh Kyuhyun dan beberapa anak lainnya. Dan tidak lama setelahnya, bel tanda pelajaran pertama sudah usai.

Kim Seonsaengnim berjalan keluar diikuti masuknya Park Seonsaengnim, guru seni musik. “Annyeong hasimnika, Park Jungsoo imnida. Kalian tahu kenapa saya memperkenalkan diri? Karena saya melihat ada murid baru di sana.” Kata Park Seonsaengnim sambil melemparkan pandangan bersahabat pada Kyuhyun. Yang dipandang hanya tersenyum. “Siapa namamu?” tanya Park Seonsaengnim. “Annyeong haseyo, Park Seonsaengnim. Cho Kyuhyun imnida.” Jawab Kyuhyun. “Ah… Kyuhyun-ssi, alat music apa yang kau kuasai?” tanya Park Seonsaengnim. “Piano. Dan clarinet.” Jawab Kyuhyun. “Oh. Alat musik klasik.” Ujar Park Seonsaengnim. Kyuhyun hanya mengangguk.

“Baiklah, kalau begitu mari kita mulai pelajaran hari ini.” Park Seonsaengnim membagikan sebuah partitur. “Love Again.” Gumam Hyun Ri. “Lagu ini harus kalian pelajari untuk tes akhir semester nanti. Dua murid terbaik akan saya beri kesempatan tampil di acara wisuda nanti.” Kata Park Seonsaengnim sambil terus mengedarkan partitur lagu.

Sambil memperhatikan partitur, tanpa disadari jari-jari lentik Hyun Ri membayangkan sedang memtik senar-senar gitar yang begitu tipis. Begitu juga dengan Kyuhyun, yang tanpa disadari jari-jarinya seakan-akan sedang menekan tombol hitam-putih piano. Keduanya begitu menghayati sampai bergumam-gumam sendiri.

“Anak-anak!!” seru Park Seonsaengnim ketika dia sudah berdiri di depan kelas. Beberapa anak yang juga sedang mencoba lagu terkejut, termasuk Hyun Ri dan Kyuhyun. “Sepertinya kalian ingin mencoba lagu ini. Jadi jam pelajaran ini, manfaatkan dengan baik. Silahkan berlatih.” Kata Park Seonsaengnim. “Ne!! Kamsahamnida, Seonsaengnim!” seru para murid bersamaan. Park Seonsaengnim kembali duduk di kursinya.

Tiba-tiba saja, gadis yang sedang tekun berlatih lagu “Love Again” itu berdiri. Kyuhyun yang sedang asik berlatih terkejut. Yeoja itu berjalan ke meja guru dan berbicara sesuatu pada Park Seonsaengnim lalu tidak lama setelahnya ia keluar. “Mau kemana dia?” batin Kyuhyun. “YA! Hyun Ri-ah! Mau kemana?” tanya Ha Ra. “Bukan urusanmu.” Jawabnya singkat lalu pergi. “Mwo? Kenapa dia…?” Ha Ra kebingungan. Henry yang duduk di sebelahnya tetap tekun berlatih.

“Henry-ah, kenapa ya Hyun Ri-ah selalu bersikap dingin? Bahkan padaku yang sudah sejak SMP bersahabat dengannya.” Tanya Ha Ra. Henry berhenti berlatih. “Menurutmu?” dia malah balik bertanya. Ha Ra hanya angkat bahu tanda tidak tahu. “Kalau begitu, biarkan saja.” Jawab Henry dan kembali berlatih. Ha Ra mengangguk setuju dan mulai mempelajari lagu itu lagi.

Setengah jam kemudian bel istirahat berbunyi. “Anak-anak, tetaplah berlatih. Selamat istirahat.” Kata Park Seonsaengnim. “NE!!” jawab para murid serempak. Kyuhyun memasang headset yang sedari tadi hanya melingkari lehernya dan memutar lagu yang ada di iPod-nya. Sambil membaca sebuah buku, ia mendengarkan lagu “Love Again” yang kebetulan sudah pernah diunduhnya di internet.

Tidak lama setelahnya, Hyun Ri kembali. “Hyun Ri-ah, dari mana saja?” tanya Ha Ra. “Berlatih.” Jawab Hyun Ri sambil mengambil sebuah buku dan berjalan keluar kelas. “Mau kemana lagi??” tanya Ha Ra. “Perpustakaan. Wae?” tanya Hyun Ri sambil menghentikan langkahnya. “Ani… Hati-hati.” Kata Ha Ra sambil melambai kecil pada sahabatnya yang dingin itu. “Ne.” jawab Hyun Ri singkat.

Sesampainya di perpustakaan Hyun Ri langsung mengembalikan buku yang dipinjamnya tiga hari lalu kepada petugas perpustakaan. Sambil menyusuri rak buku ia bersenandung kecil lagu yang baru saja diberikan Park Seonsaengnim. Dilihatnya satu persatu buku di rak dan matanya tertuju pada satu buku. Diraihnya buku itu dan segera saja ia duduk manis di perpustakaan dan mulai membaca. Sangat tekun.

“Ya…!” seseorang menepuk bahu Hyun Ri. Yeoja itu tersentak dan menoleh. Dilihatnya anak baru di kelasnya itu sudah berdiri di belakangnya. “Mau apa?” tanya Hyun Ri. “Tidak apa-apa. Ternyata kau suka membaca ya?” tanya Kyuhyun. “Menurutmu?” jawab Hyun Ri sambil melanjutkan membaca. “Menurutku begitu. Apa kau sudah baca buku pertamanya?” tanya Kyuhyun. “Tentu. Kalau belum, kenapa aku membaca buku keempatnya?” tanya Hyun Ri. “Haha… Kau ini.” Kyuhyun hanya tertawa kecil. “Wae?” tanya Hyun Ri.

“Aku punya semua serinya. Kau mau baca?” tanya Kyuhyun. Yeoja itu berhenti membaca dan menoleh pada namja yang masih asik mendengarkan lagu. “Kau punya buku ini?” tanya Hyun Ri tidak percaya. “Ne. Waeyo?” tanya Kyuhyun. “Apa kau yakin?” tanya Hyun Ri. “Mullon ijyeo.” Jawab Kyuhyun sambil membentuk ‘v’ sign dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Wajah namja itu terlihat polos, seperti tidak bohong. “Geureyo? Boleh aku pinjam?” tanya Hyun Ri. “Tentu. Kalau kau sudah selesai baca yang keempat, kubawakan sampai yang terakhir.” Kata Kyuhyun. “Ne! Gomawo…” Hyun Ri tersenyum manis.

“Ya…! Aku baru pertama kali melihatmu tersenyum hari ini.” Kyuhyun berbisik di telinga Hyun Ri. “Mwo?” Hyun Ri melirik tajam pada Kyuhyun. “A, ani… Kau… Mengerikan ya.” Gumam Kyuhyun. “Shh…” Hyun Ri melanjutkan membaca. Kyuhyun hanya diam sambil mendengarkan lagu dari iPod-nya. “Kenapa kesini?” tanya Hyun Ri tanpa mengangkat wajahnya dari buku yang sedang dibacanya.

“Bosan.” Jawab Kyuhyun. “Ke kantin saja. Banyak orang.” Jawab Hyun Ri. “Tidak mau. Tidak ada yang kukenal. Aku saja tidak mengenalmu.” Kata Kyuhyun. “Ssh… lalu kenapa kesini? Tidak kenal, tidak usah dekat-dekat.” Kata Hyun Ri. “Makanya, aku kesini. Aku ingin berkenalan denganmu. Kita kan teman sebangku.” Kata Kyuhyun. Hyun Ri hanya melirik seklilas padanya. “Hyun Ri imnida.” Ujar Hyun Ri sambil tetap membaca. “A… Aku dengar itu dari temanmu yang tadi. Yang terus mengejarmu.” Kata Kyuhyun.

“Ya…! Aku lapar.” Ujar Hyun Ri lalu beranjak dari kursi. Ia berbicara sebentar dengan petugas perpustakaan dan keluar. Kyuhyun buru-buru mengejarnya. TAP! Ditangkapnya tangan gadis itu. “WAAA!!!” semua gadis berteriak histeris ketika melihat Kyuhyun. Terlebih lagi karena melihat namja itu bersama Hyun Ri. “Tunggu aku!” kata Kyuhyun sambil menarik gadis itu. Hyun Ri menepis tangan Kyuhyun dan kembali berjalan. Meninggalkan namja yang kini sudah dikerubungi yeoja-yeoja yang bisa saja sewaktu-waktu mati tergila-gila.

Hyun Ri duduk di salah satu bangku kantin sambil melahap makanannya. “YA!! Katamu kau sibuk!” seru Soo Hee. Hyun Ri tetap makan, tidak menghiraukan Soo Hee yang terus berkicau di depannya. “Kau bisa diam tidak?” tanya Hyun Ri sambil memegang kepalanya. Kepalanya terasa sakit karena mendengar suara Soo Hee. “Makanya kau harus dengarkan aku!!” seru Soo Hee. “Kau yang dengarkan aku!! Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan ya! Kalau kau mau berteman dengan Ha Ra, berteman saja! Bukan urusanku! Dan berhenti mengangguku!” ujar Hyun Ri. Yoeja itu segera meninggalkan makanannya dan Soo Hee di kantin.

Di perjalanan menuju kelas, tiba-tiba saja kepala Hyun Ri terasa sakit. “Asshh!!” Hyun Ri menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hyuuuuuuuuung~~~

—oOo—

[Kyuhyun POV]

“Kyuhyun-ah, apa kau lihat Hyun Ri?” tanya Ha Ra padaku. “Tadi sih iya, sekarang tidak.” Jawabku. “Haashh!! Kemana dia?” Ha Ra terlihat cemas. “Waeyo?” tanyaku. “Tidak apa-apa. Sudah, ya. Aku harus cari dia lagi.” Kata Ha Ra lalu berbalik dan segera berlari mencari Hyun Ri lagi. Aku juga berbalik ke arah yang berlawanan dengan Ha Ra.

Baru beberapa meter dari tempatku berdiri, kulihat Hyun Ri berjalan sempoyongan. “Hyun Ri-ah?” gumamku. Tiba-tiba saja ia terjatuh. “Hyun Ri-ah!” aku berlari ke arahnya. Beberapa anak langsung berkerumun di sekitarnya, melihat keadaan Hyun Ri. Aku menerobos kerumunan itu dan mengangkat Hyun Ri. “Kyuhyun-ah!!” beberapa yeoja berteriak menyerukan namaku ketika aku mengangkat Hyun Ri.

“Ha Ra-ah!” aku berteriak memanggil Ha Ra yang belum terlalu jauh. Yeoja itu berbalik dan melihatku sedang menggendong Hyun Ri yang pingsan. “Hyun Ri-ah!” dia berlari kea rah kami. Buru-buru kami ke ruang kesehatan. “Kyuhyun-ah, kenapa dia bisa begini?” tanya Ha Ra sambil terus berlari. “Tidak tahu. Dimana ruang kesehatan?” tanya Kyuhyun. “Sebelah sana.” Ha Ra menunjuk lorong sebelah kanan. Aku segera berlari.

Untung saja dia tidak apa-apa. “Kyuhyun-ah, sebaiknya kau ke kelas, biar aku yang menjaga Hyun Ri-ah.” Kata Ha Ra ketika mendengar suara bel masuk berbunyi. “Ne.” aku mengangguk dan berjalan keluar ruang kesehatan, kembali ke kelas.

“Mianhae, Seonsaengnim. Saya dari ruang kesehatan.” Ujarku pada seorang guru yang aku tidak tahu siapa. “Ng? Kau anak baru ya?” tanya Seonsaengnim padaku. “Ne. Cho Kyuhyun imnida.” Jawabku. “Ne, silahkan duduk. Shin Seonsaengnim imnida.” Ujarnya. Aku mengangguk dan kembali ke tempat duduk. Tapi karena bosan, aku bertanya pada Henry apa boleh aku duduk di sebelahnya dan ia setuju saja.

Aku tidak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Hyun Ri. Aish! Kenapa aku memikirkan yoeja dingin itu? Kulirik ke sebelahku. Henry juga sepertinya tidak berkonsentrasi. Matanya memang tertuju pada papan tulis, tapi pandangannya kosong. “Ya…! Kau sedang memikirkan apa?” tanyaku padanya. Dia menoleh. “A-ani… Anio…” jawabnya terbata. “Ha Ra-ah sedang di ruang kesehatan.” Celetukku. “Mwo? Waeyo? Kenapa lagi dia?” tanya Henry. “Gwenchanayo. Dia sedang menjaga Hyun Ri-ah.” Jawabku. Kudengar dia menghembuskan napasnya.

“Jadi kau memikirkan Ha Ra-ah?” tanyaku. “Mwo? A, ani…” dia menggeleng keras. “Hyun Ri-ah?” tanyaku. “Ani… Kau ini.” Dia memukul lenganku. “Hashh!” aku mengusap lenganku yang dipukulnya.

—oOo—

[Author POV]

Tidak terasa bel pelajaran terakhir sudah selesai dan tiba saatnya pulang sekolah. “Kyuhyun-ah, mau pulang bersamaku?” tanya Henry. “Ah, anio. Aku mau ke ruang kesehatan dulu. Harus mengantarkan tas Hyun Ri dan Ha Ra.” Jawab Kyuhyun. “Oh, ara. Kalau begitu sekalian saja. Aku juga mau melihat Hyun Ri.” Kata Henry. “Wae? Kau suka?” tanya Kyuhyun. “Anio. Dia kan temanku juga.” kata Henry sambil mengambil tas Ha Ra dan membawanya pergi. Kyuhyun buru-buru mengambil tas Hyun Ri. Mereka berdua berjalan menuju ruang kesehatan.

Sekolah mulai sepi karena semua siswa sudah mulai pulang. “Ha Ra-ah?” Henry membuka pintu ruang kesehatan. Dilihatnya Ha Ra sedang asik bermain dengan HP-nya sementara Hyun Ri masih pingsan. Yeoja itu menoleh ketika namanya disebut. “Henry-ah? Kyuhyun-ah?” Ha Ra melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 4. “Mwo? Sekolah sudah bubar ya?” tanya Ha Ra. “Ne. Apa Hyun Ri-ah belum sadar juga?” tanya Kyuhyun. “Belum. Bagaimana ini?” Ha Ra terlihat khawatir. “Kau pulang saja duluan, biar aku yang menunggunya.” Kata Kyuhyun, menawarkan diri.

“Mwo? Anio… Aku mau menunggu Hyun Ri.” Kata Ha Ra. “Andwe. Sudah jam 4. Kau juga belum menyalin catatan hari ini bukan? Henry-ah, bagaimana kalau kau mengantar Ha Ra-ah pulang?” tanya Kyuhyun. Wajah Henry berubah sedikit merah. “Ng? Mwo? Naega?” Henry terlihat kaget. “Ne. Jebal~” kata Kyuhyun. “N-ne… Kaja.” Kata Henry sambil mengajak Ha Ra keluar ruang kesehatan. “Mianhae, Kyu-ah.” Ujar Ha Ra. Kyuhyun hanya mengangguk.

Satu jam… Dua jam… Tiga jam… “Hashh!! Sudah jam 7!” Kyuhyun melihat jam tangannya. Dilihatnya Hyun Ri yang masih terpejam. “Kau pingsan apa tidur hah?” tanya Kyuhyun. Tiba-tiba HP Hyun Ri berbunyi. Kyuhyun segera mengambilnya dari tas Hyun Ri. “Rumah? Yeoboseyo.” Kyuhyun menjawab panggilan itu. “Mwo?! Apa ini nomor HP-nya Hyun Ri? Lee Hyun Ri?” tanya seorang wanita. “Ah, ne. Ahjuma, aku temannya Hyun Ri-ah. Cho Kyuhyun imnida.” Jawab Kyuhyun. “Ah, arasseo. Oh ya, kenapa kau yang angkat? Dimana Hyun Ri? Bisa aku bicara dengan Hyun Ri?” tanya Hyun Ri Eomma. “Ah… Ahjuma, Hyun Ri… pingsan sejak jam istirahat tadi.” Jawab Kyuhyun, ragu.

“Mwo? Pingsan?! Sekarang kalian dimana?” tanya Hyun Ri Eomma. “Kami masih di sekolah. Tenang saja, Ahjuma. Aku akan segera mengantar Hyun Ri pulang. Dimana alamat rumahnya?” tanya Kyuhyun. Hyun Ri Eomma segera memberi alamat rumah mereka. “Ne. Mianhae, Ahjuma.” Kata Kyuhyun. “Ani. Aku yang seharusnya minta maaf. Kamsahamnida, Kyuhyun-ssi.” Kata Hyun Ri Eomma. Tidak lama kemudian, sambungan diputus.

Kyuhyun memasukkan HP Hyun Ri kedalam tasnya lagi. “Hassh!!” Kyuhyun menyampirkan tasnya dan tas yeoja itu di bahunya. Diangkatnya Hyun Ri yang masih tidak sadar. Mereka keluar dari ruang kesehatan. Sekolah sudah gelap. “Hassh! Kemana ini?” Kyuhyun kebingungan. Tapi dengan penuh keyakinan, diikutinya kata hatinya menuju pintu gerbang sekolah. Kebetulan satpam sekolah masih di sana, hendak menggembok gerbang.

“Ahjussi!” teriak Kyuhyun. Satpam itu menoleh dan melihat Kyuhyun. “Ya! Sedang apa kalian masih disini?” tanya satpam itu. “Mianhae. Kami di ruang kesehatan. Aku menunggunya sadar, tapi tidak sadar juga. Mianhae.” Kyuhyun meminta maaf pada satpam itu. “Asshh… Ne, gwenchana. Cepat pulang!” kata satpam itu.

Kyuhyun terus berjalan dan sekarang tangan dan kakinya mulai lelah. Ia berhenti dan mendudukkan Hyun Ri di bangku di sudut jalan. Dipindahkannya letak tas mereka yang semula di belakang menjadi di depan. Ia menggendong Hyun Ri di punggungnya. “Lebih baik.” Gumam Kyuhyun lalu melanjutkan perjalanan mereka.

“Hasssh!! Apa rumahmu masih jauh?” ujar Kyuhyun. “Ng?” sahut Hyun Ri pelan. “Mwo? Kau sudah sadar ya?” tanya Kyuhyun. “Ya…! Turunkan aku…” ujar Hyun Ri. Suaranya serak. “Hash… Sudahlah kau diam saja di belakang sana. Aku keberatan nih!” kata Kyuhyun. “Mianhae…” kata Hyun Ri. “Kenapa bisa pingsan sih?” tanya Kyuhyun. “Pusing sekali…” jawab Hyun Ri pelan. Kyuhyun merasakan kepala Hyun Ri disandarkan ke bahu kirinya. “Mianhae, Kyuhyun-ah…” ujar Hyun Ri. “Gwenchanayo. Tadi Eomma-mu telepon. Jadi kau kuantar pulang.” Kata Kyuhyun. “Gomawo…” kata Hyun Ri.

Sekitar lima belas menit kemudian, mereka sampai di rumah Hyun Ri. Di turunkannya Hyun Ri. “Sudah sampai.” Kata Kyuhyun. Dipegangnya lengan Hyun Ri karena gadis itu berdiri sempoyongan. Kyuhyun menekan bel rumah Hyun Ri. “Hyun Ri-ah!” segera saja Eomma-nya memeluk anak perempuannya. “Eomma…” gumam Hyun Ri. “Kamsahamnida, Kyuhyun-ssi. Mianhae, merepotkan!” kata Hyun Ri Eomma. “Ah, anio.” Kata Kyuhyun. “Lebih baik makan malam dulu. Sudah malam.” Kata Hyun Ri Eomma. “Tidak usah, Ahjuma. Aku langsung pulang saja. Kebetulan rumahku tidak terlalu jauh dari sini.” Tolak Kyuhyun. “Jincha?” kata Hyun Ri Eomma.

“Ne. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Sampai bertemu lagi, Ahjumma.” Kyuhyun membungkukkan badannya dan pergi. Hyun Ri Eomma memapah anaknya ke dalam rumah. “Kau ini! Merepotkan orang lain saja!” omel Eommanya. “Mianhae.” Gumam Hyun Ri.

—oOo—

Satu minggu kemudian.

“Henry-ah aku ingin duduk dengan Ha Ra-ah.” Ujar Hyun Ri saat jam istirahat. “Mwo?” Henry yang sedang asik membaca majalah langsung menutupnya. “Ne. Aku mau kita bertukar. Kau duduk dengan Kyuhyun-ah, aku dengan Ha Ra-ah.” Kata Hyun Ri. “Anio!” Henry menolak. “Waeyo?” tanya Hyun Ri. “Gwenchana. Pokoknya aku tidak mau!” kata Henry. “Hassh!! Menyebalkan!” Hyun Ri kembali ke tempat duduknya.

“Kau sakit ya?” tanya Hyun Ri begitu melihat wajah Kyuhyun yang lesu. “Ng? Ani…” jawab Kyuhyun. Namja itu menempelkan kepalanya ke meja. “Lalu?” tanya Hyuk Ri. “Gwenchanayo…” jawab Kyuhyun. “Geureyo?” Hyun Ri memegang kening Kyuhyun. TAP! “Nan gwenchanayo…” Kyuhyun menahan yoeja itu menyentuh keningnya. “Ya! Tangamu saja panas! Kau sakit ya?” Hyun Ri memegang kening Kyuhyun dengan tangan satunya. “Kyu-ah, kau harus ke ruang kesehatan!” kata Hyun Ri. “Anio, gwenchana.” Tolak Kyuhyun dan memutar kepalanya ke arah yang berlawanan.

Hyun Ri menyelimuti Kyuhyun dengan mantelnya. “Cepat sembuh ya.” Kata Hyun Ri lalu beranjak dari kursinya. “Hyun Ri-ah…” panggil Kyuhyun. “Ne?” Hyun Ri menoleh. Dilihatnya mata Kyuhyun yang memerah karena suhu tubuhnya yang panas. “Disini saja… Jangan kemana-mana.” Katanya sambil meraih tangan Hyun Ri. Ditariknya yeoja itu ke sebelahnya. “Manja sekali kau!” kata Hyun Ri.

Henry menoleh dan melihat Hyun Ri yang sedang dimanja-manjai oleh Kyuhyun. Namja itu hanya tersenyum geli. “Waeyo?” tanya Ha Ra pada Henry. “Lihat temanmu.” Jawab Henry. Ha Ra menoleh pada Hyun Ri. Dilihatnya temannya berusaha menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun yang terus bermanja padanya. “Hahahaha… Dasar pasangan aneh!” celetuk Ha Ra. Kelas sedang kosong saat itu. Hanya ada Henry, Ha Ra, Hyun Ri, dan Kyuhyun.

“Ha Ra-ah…” panggil Henry pelan. “Ne?” Ha Ra menoleh. Yeoja itu terkejut karena wajah mereka begitu dekat. Henry memandang lekat yeoja itu. Tangan kiri Henry memegang tengkuk Ha Ra. Perlahan ditariknya yeoja itu semakin dekat. CHU~~

Hyun Ri menoleh pada kedua temannya yang duduk dua meja di serong kiri mereka. “Mwo?” Hyun Ri berhenti berusaha melepaskan tangannya dari Kyuhyun. Kedua murid di belakang (re: Kyuhyun dan Hyun Ri) hanya diam memandang kedua temannya itu. “Hyun Ri-ah, pinjami aku bahumu.” Kyuhyun menarik Hyun Rid an langsung saja, kepala Kyuhyun bersandar di bahu yeoja itu.

Hyun Ri mengalihkan pandangannya pada namja yang kini tertidur di bahunya. Diam-diam, yeoja itu tersenyum senang. “Hyun Ri-ah…” gumam Kyuhyun. “Ne?” tanya Hyun Ri. Tiba-tiba kepala Kyuhyun terjatuh ke pangkuan Hyun Ri. Yeoja itu memejamkan matanya. Dia merasa canggung karena melihat wajah namja ini. “Haash!!” batin Hyun Ri.

—oOo—

Tidak terasa sekarang sudah jam pulang sekolah. Dan selama itu pula Kyuhyun tertidur. “Ya! Kyuhyun-ah! Bangun!” panggil Hyun Ri. “Camkkan man-yo~~~” gumam Kyuhyun. “Kyu-ah, sudah waktunya pulang…” kata Henry. “Kyuhyun, kalau kau tidur tidak ada yang mengantarmu pulang.” Kata Hyun Ri. Akhirnya dengan berat hati, namja itu bangun. “Sudah ya, aku pulang.” Henry menggandeng tangan Ha Ra mengajaknya pulang.

Ha Ra melambaikan tangannya pada Hyun Ri. “Kyuhyun-ah, sudah merasa baik—“ Hyun Ri terkejut ketika melihat namja itu tiba-tiba bersandar lagi padanya. “Kau masih sakit ya?” Hyun Ri memegang kening Kyuhyun. Akhirnya Hyun Ri menunggu Kyuhyun bangun. “Apa kau balas dendam padaku, Kyuhyun?” tanya Hyun Ri.

Perlahan mata namja itu terbuka. “Mianhae, Hyun Ri-ah…” gumam namja itu. Hyun Ri tidak menjawab. Namja itu menegakkan tubuhnya. “Hyun Ri-ah…” Kyuhyun menarik dagu Hyun Ri pelan sehingga membuat yeoja itu menoleh ke arahnya. “Wae?” tanya Hyun Ri. Dia merasa canggung hingga merasa sekarang wajahnya memerah. Hyuuuuung~~~

Kyuhyun terjatuh ke dada Hyun Ri. “Waaa!!” Hyun Ri menjerit tapi namja itu tidak begerak. “Dowajuseyo!! Seonsaengnim!!” Hyun Ri berteriak-teriak. Tidak lama kemudian, Park Seonsaengnim dan Kim Seonsaengnim datang. “Waeyo?!” tanya keduanya bersamaan. Dilihatnya Hyun Ri yang tidak berani berbuat apa-apa dengan Kyuhyun yang terjatuh ke dadanya. Kedua guru itu langsung berlari dan menarik Kyuhyun. “Waaa!!!” Hyun Ri langsung berdiri menjauh. “Waeyo? Ada apa dengannya?” tanya Kim Seonsaengnim. “Ta tadi… Dia jatuh begitu saja… Dia memang sedang tidak sehat.” Jawab Hyun Ri.

“Cepat bawa dia ke rumah sakit.” Park Seonsaengnim dan Kim Seonsaengnim langsung memapah Kyuhyun ke ruang kesehatan dan menghubungi rumah sakit. Hyun Ri menghubungi Eommanya dan bilang kalau dia akan pulang terlambat. “Mianhae, Eomma. Temanku yang mengantarkanku waktu itu sakit. Aku mau menemaninya sebentar ke rumah sakit. Kalau urusannya sudah selesai, aku segera pulang. Lagi pula besok libur kan.” Kata Hyun Ri. “Ah, arasseo. Hati-hati ya.” Kata Eomma. “Ne.” Hyun Ri memutus sambungan. Tidak lama kemudian, sebuah ambulans datang. Segera dibawanya Kyuhyun dengan Hyun Ri, Park Seonsaengnim, dan Kim Seonsaengnim yang menemani di mobil ambulans itu.

—oOo—

Paginya…

“Ng~~” Kyuhyun membuka matanya. Ia menoleh dan melihat seorang yeoja yang tertidur di tepi kasur rumah sakitnya. “Eh? Hyun Ri-ah?” batin Kyuhyun. Dilihatnya yeoja itu tengah menggenggam tangan kirinya. Diam-diam Kyuhyun tersenyum ketika tahu yeoja itu menunggunya di rumah sakit.

BRAK! Hyun Ri langsung terbangun ketika mendengar pintu dibuka. Kyuhyun pun langsung menoleh ke arah yang sama. “Kyu-ah~~!” dilihatnya kakak perempuannya, Cho Ara, datang menghampirinya. Dicubitnya pipi adik laki-lakinya itu. “Kenapa bisa begini hah? Kau merepotkan saja!” omel Ara. “Mianhae, Noona. Aku terlalu lelah. Noona, lain kali buka pintu pelan-pelan saja. Aku dan temanku terkejut karenamu.” Kata Kyuhyun.

Kyuhyun dan Ara menoleh pada Hyun Ri yang terlihat benar-benar shock karena kejadian beberapa menit yang lalu. “Mianhae. Ara. Cho Ara.” Ara mengulurkan tangannya. “A… Lee Hyun Ri.” Hyun Ri menyambut uluran tangan itu. “Mianhae, membuatmu terkejut.” Ujar Ara. “Gwenchana, Eonni. Aku… Permisi ke toilet dulu, ya.” Hyun Ri beranjak dari bangkunya dan berjalan ke toilet.

“Kau benar kelelahan? Apa karena Appa dan Eomma pergi kau jadi tidak makan?” tanya Ara. “Aigo, Noona! Jelas bukan.” Bantah Kyuhyun. “Hhhassh… Syukurlah kalau begitu. Ya sudah. Noona hanya mau melihat keadaanmu. Siang nanti Noona sudah harus kembali. Noona tidak bisa lama-lama meninggalkan kuliah.” Kata Ara. “Ah, ne. Arasseo.” Jawab Kyuhyun. “Ya sudah. Kau makan dulu ya.” Ara mengusap lembut kepala adiknya.

Hyun Ri keluar dari toilet. Wajahnya terlihat lebih segar. “Hyun Ri-ah, ayo kita sarapan.” Ajak Ara. “Ah, ne.” Hyun Ri mengangguk. Kedua yeoja itu berjalan keluar ruang rawat, meninggalkan Kyuhyun yang juga sedang sarapan. “Gomawo, Hyun Ri-ah sudah menjaga adikku semalaman.” Kata Ara. “Gwenchanayo, Eonni.” jawab Hyun Ri.

Siangnya, Ara sudah kembali ke negara tempatnya menuntut ilmu. Sekarang tinggal Kyuhyun dan Hyun Ri. “Hyun Ri-ah, gomawo.” Kyuhyun akhirnya memecahkan keheningan di antara keduanya. “Ah, ne. Anggap saja balas budiku karena waktu itu kau juga mengantarku pulang.” Jawab Hyun Ri. “Ne.” keduanya kembali terdiam. Sepi. Hening. Tidak ada yang bicara. Bahkan TV pun tidak menyala. Suster juga belum datang karena baru saja dia datang.

“Hyun Ri-ah.” Panggil Kyuhyun. “Ne?” sahut Hyun Ri yang sedang menatap keluar jendela. Tiba-tiba saja Kyuhyun sudah di belakangnya dan memeluk Hyun Ri erat. “Ah…” Hyun Ri tidak bisa berkutik. “Saranghaeyo…” bisik Kyuhyun. Hyun Ri hanya diam. “Saranghaeyo, Hyun Ri… Mianhae…” Kyuhyun mencium rambut Hyun Ri yang diikat satu. “Kyuhyun-ah…” panggil Hyun Ri.

Dada yeoja itu berdebar kencang. Mungkin namja di belakannya ini bisa merasakannya. “N… Nado saranghae…” ujar Hyun Ri. “Gomawo…” Kyuhyun membuat kiss mark di leher yeoja itu. “Kyuhyun-ah… Sebaiknya kau kembali berbaring.” Kata Hyun Ri. “Anio… Aku mau disini bersamamu.” Kata Kyuhyun. “Jangan begitu. Kau sedang sakit.” Kata Hyun Ri, kembali duduk di sofa. Kyuhyun mengikuti yeoja itu duduk di sofa. “Anio. Aku sudah sembuh. Rasakan.” Kyuhyun menarik tangan Hyun Ri dan menempelkannya di kening Kyuhyun. “He? Aku sudah sembuh kan?” kata Kyuhyun. “Sudahlah, istirahat dulu yang cukup.” Kata Hyun Ri.

—oOo—

Tiga tahun kemudian…

“Yeoboseyo?” Hyun Ri mengangkat telepon dari tunangannya, Kyuhyun. “Jagiya, bukakan pintu untukku~~” ujar Kyuhyun, manja. “Sebentar.” Hyun Ri menutup telepon dari Kyuhyun dan berjalan ke pintu apartment mereka. Secepat kilat dia mencium bibir Hyun Ri dan perlahan mendorong yeoja itu masuk ke dalam apartment mereka. KLIK! Pintu terkunci otomatis.

Hyun Ri melepaskan ciuman tiba-tiba itu. “Ya, Oppa! Kenapa tiba-tiba? Aku kan kaget!” seru Hyun Ri. “Mian.” Ujar Kyuhyun sambil menarik tunangannya ke sofa. “Tumben pulang cepat?” tanya Hyun Ri. “Ne. Kebetulan tidak disuruh lembur.” Jawab Kyuhyun. Hyun Ri menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. “Jagiya…” panggil Kyuhyun. “Ne?” Hyun Ri mendongak. “Would you marry me? I want to live loving you and cherishing you. I want to put you to sleep in my arms every night. Would you marry me? Will you give my heart this permission?” Kyuhyun menanyikan lagu “Marry U”.

“I’ll stay next to you for the rest of my life. I love you.” Hyun Ri melanjutkan. “Would you marry me, Lee Hyun Ri?” tanya namja itu. “I do… Cho Kyuhyun.” jawab Hyun Ri.

Dua bulan kemudian, mereka melangsungkan pernikahan. Kisah cinta yang sangat singkat antara dua makhluk tuhan… Kebahagiaan selalu mengiringi mereka. Diberikan anugerah berupa anak yang cerdas, tampan, dan cantik.

Cho Kyuhyun >,<

mianhae ya kalau endingnya buruk -_____- ane gak bisa bikin ending .___.
oh ya, yang mau fanfic-nya di posting di sini juga bisa ^^ tinggal bilang aja ye sama ane, okay? ^^o
 
mianhaeyo… mianheyo… mianhaeyo… mian .___. mian
sorry, guys! see you😀
i hope I can made another one. better than this and… more tragic or funny ^~^ wait for me okk?? .__.
 
*buat penggila si abang Kyuhyun, mianhae ya .__. cuma ff kok*
SELAMAT BERKHAYAL :))