AKHIRNYA SAMPAI DI PART TERAKHIR ONE YEOJA, THREE NAMJA :D AH, SAYA SANGAT BERSYUKUR!!! :)) OH YA, JANGAN LUPA COMMENTS OKE? ^^ HAPPY READING, HAPPY READING, KEEP READING, KEEP COMMENT, KEEP POSTING (to authors)🙂

——————————————-

[Hee Yeon POV]

“Kyuhyun-ah, aku melihat seorang namja diingatanku.” Ujarku seminggu setelah aku dan Siwon bertemu. Akhir-akhir ini Kyuhyun sibuk dengan tugas kuliahnya. “Oh ya? Seperti apa orangnya?” tanya Kyuhyun. “Em… Sepertinya dia… Teman HyukJae. Sepertinya dia kenal kamu dan Siwon juga.” jawabku ragu-ragu. “Jincha? Em… Siapa ya?” Kyuhyun terlihat menerawang. Mengingat semua teman-teman SMA kami. “Tidak ada klu lain?” tanya Kyuhyun. “Tidak terlalu tinggi… Wajahnya lucu, seperti…. Anak kecil.” Jawabku. “He? Baiklah, akan kuingat-ingat.” Kyuhyun tersenyum manis padaku. Tiba-tiba kurasakan jantungku berdegup kencang. Apa ini? Apa rasa cintaku dan Kyuhyun kembali lagi? Bisa begitu ya? ._.

~~~~

“Yeoboseyo?” jawabku. “Hee Yeon-ah.” Suara wanita. Siapa dia? “Nuguseyo?” tanyaku. “Seohyun-ah. Ingat?” tanyanya. “Em… Sedikit. Kau sahabatku kan?” tanyaku. “Ne! Hee Yeon-ah, aku senang sekali bisa mendengar suaramu. Aku sekarang kuliah di Jepang.” Ujarnya. “Woah… Chukkhae!” ujarku senang. “Gomawo. Hee Yeon-ah, kalau aku kembali ke Seoul, aku akan mengunjungimu. Tenang saja! Aku sangat rindu padamu.” Ujarnya. “Nado.” Jawabku. “Kalau begitu, sampai jumpa secepatnya ya.” Ujar Seohyun. “NE!” aku menutup teleponku.

~~~~~

[Author POV]

3 tahun kemudian…

“Chukkhae!” Hee Yeon memeluk Kyuhyun yang berhasil lulus kuliah dengan nilai sangat memuaskan. “Gomawo!” Kyuhyun membalas pelukan Hee Yeon dengan sangat bahagia. “Kyu, chukkhae!” Cho Ahjuma memeluk putra satu-satunya dengan terharu, diikuti dengan pelukan Cho Ahjussi. “Kyu-ah, nanti ajarkan aku pelajaran kuliahmu ya?” pinta Hee Yeon. “Ah, tenang saja. Apapun kulakukan untukmu!” Kyuhyun mencubit pipi chubi Hee Yeon. Cho Ahjussi dan Ahjuma hanya tertawa memandangi tingkah laku anak dan teman anaknya.

Setelah kegiatan wisuda Kyuhyun, akhirnya mereka pulang. Kebetulan Kyuhyun yang datang duluan, membawa mobilnya sendiri. “Appa, Eomma aku dan Hee Yeon mau keluar sebentar. Tidak apa-apa kan? Eomma dan Appa pulang duluan saja ya.” Ujar Kyuhyun. “Ne. Jangan lama-lama. Hati-hati ya.” Jawab Cho Ahjumma. “Ne.” Kyuhyun mengangguk. Hee Yeon hanya diam di tempatnya, bingung.

“Kyu-ah… Kita mau kemana?” tanya Hee Yeon begitu mobil Kyuhyun sudah melaju. “Lihat saja nanti.” Hee Yeon semakin penasaran. Jantungnya kembali berdegup kencang. Hee Yeon memalingkan wajahnya keluar jendela. Tiba-tiba matanya tertuju pada seseorang. “Kyu-ah! Itu orangnya!” Hee Yeon menunjuk seseorang yang sedang berjalan dengan seorang wanita di tepi jalan. Mereka terlihat bahagia. “Mana?” tanya Kyuhyun begitu menepi. “Itu!” Hee Yeon terus menunjuk. Tapi tiba-tiba pasangan itu hilang di kerumunan.

~~~~~

“Sudah jangan menangis lagi ya. Nanti pasti akan ingat.” Ujar Kyuhyun sambil mengelus punggungku. Aku masih menangis di dadanya, di pelukannya. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya agar ingatanku sepenuhnya kembali. Aku hanya memiliki ingatanku sebesar 85%. Kyuhyun bilang itu sudah bagus, tapi aku tidak senang. Aku ingin memiliki 15% ingatanku lagi!

“Tapi… aku mau ingat semua. Semuanya…” isakku. “Jangan dipaksakan… Aku tahu kamu sedih. Tapi aku disini. Aku akan terus disini…. Aku bantuin kamu.” Kyuhyun mengusap air mata yang mengalir deras di pipiku. “Gomawo, Kyu…” aku memeluknya lagi. “Ne.” “Kyu… Kenapa aku suka sekali aroma tubuhmu ya?” tanyaku tapi Kyuhyun tidak menjawab. Kudengar tawa kecil darinya. “Hee Yeon-ah…” “Ne?” “Saranghae.” Aku diam, tidak bergerak dari pelukannya.

Setelah beberapa detik, aku melepaskan pelukanku. Aku memandangi wajah tampannya. Wajah yang sangat kukenal. Wajah namja super pintar di sekolah, yang pernah menciumku dulu. Yang mengambil ciuman pertamaku. Wajah yang selalu datang setiap malam ke ball room-ku. CHU~ Kyuhyun mencium bibirku. Awalnya aku terkejut, tapi setelah beberapa detik, aku menikmatinya. Di taman itu, sepi sekali. Hanya ada aku dan Kyuhyun. Kami duduk di salah satu bangku panjang di sana. Dan di sana juga, kisah cintaku dan Kyuhyun dimulai. Walaupun aku tidak ingat apa-apa… Tapi aku yakin, Kyuhyun akan terus membantuku. Aku yakin….

~~~~~

“Oppa, mau bantu aku temukan orang itu?” tanyaku. “Oh ya. Mungkin orang itu ada di buku tahunan?” tanya Kyuhyun. “Sepertinya…” gumamku. Kyuhyun beranjak dari kasurku dan kembali ke kamarnya sesaat lalu kembali lagi membawa buku tahunan sekolah. Aku mencari orang yang ada di ingatanku dan mataku tertuju pada orang itu. Lee Donghae. “Oppa, apa aku kenal orang ini?” tanyaku sambil menunjuk foto Lee Donghae. “Oh tentu saja. Dia itu sahabat baik HyukJae. Dia juga yang membantu HyukJae dekat denganmu.” Jawab Kyuhyun seraya merangkulku.

“Oh begitu ya. Kenapa aku tidak ingat sama sekali ya?” tanyaku. “Jagiya, jangan sering berkata begitu. Pasti akan ingat. Ingatanmu akan kembali. Aku yakin.” Jawab Kyuhyun, menarikku hingga bersandar di dadanya. “Oh ya Oppa… Apa aku pernah membencimu?” tanyaku, usil. “Mmmm….” “Ayo lah jawab saja…” rengekku. “Pernah. Sebelum kecelakaan itu.” jawab Kyuhyun. “Jincha?! Apa yang akukatakan padamu??” tanyaku, sedikit penasaran. “Kau bilang… Aku harus berhenti mencintaimu. Tapi lihat? Walaupun kamu koma 2 tahun, aku tetap di sini kan?” goda Kyuhyun sambil mencolek hidung mancungku.

“Aish… Ne Oppa! Saranghae.” Aku memeluk Kyuhyun. “Nado. Aku akan menjagamu dengan baik, Jagiya. Aku akan menghiburmu. Aku akan menjadi namja super hebat untukmu.” Ujar Kyuhyun. “I believe, Oppa.” aku tersenyum di pelukannya. “Walaupun tidak sekekar Siwon-ssi, tidak selalu tertawa seperti HyukJae-ssi, tapi entah kenapa… aku hanya suka padamu.” Ujarku, polos. “Jincha? Wah, senang sekali aku…” Kyuhyun tertawa-tawa sendiri. “Padahal dulu kau seperti orang gila karena cinta pada tiga namja sekaligus!!” goda Kyuhyun. “Mwo? Geureyo? Ashhh~ Ternyata diary itu benar ya?” gumamku. “Hahahaha… Sudahlah jangan dipikirkan terlalu kuat.” Kyuhyun melepaskan pelukan kami, dan tersenyum menatapku dalam.

“Oppa… Kenapa menungguku? Dua tahun… itu sangat lama. Tiga tahun… kau tidak menyatakan perasaanmu. Bagaimana bisa tahan?” tanyaku. “Karena aku yakin, ada waktu yang tepat. Dan aku sudah temukan kapan. Ya kan?” jawab Kyuhyun. “Oke. Apa pun jawabanmu, aku senang.” Aku tersenyum. “Oppa, apa yang sering Lee Donghae lakukan di sekolah padaku?” tanyaku. “Em… Tidak ada. Dia hanya diam, tertawa, dan sesekali menjahilimu.” Jawab Kyuhyun sambil mengingat-ingat. “Hmm… Kalau begitu tidak berperan. Baiklah biar saja 15% ingatanku tidak kembali. Siapa tahu kalau mereka semua kembali, aku jadi benci lagi padamu? Aku tidak mau!!” tukasku mantap. “Geure?” goda Kyuhyun. Aku membuat ‘V’ sign. CUP~ dia mencium bibirku cepat.

“Oppa! Jangan sering menciumku tanpa ijin begitu!” ujarku, pura-pura ngambek. “Makanya, jangan goda aku dengan bibirmu itu!!” balas Kyuhyun. Aku diam saja, tapi sebenarnya aku senang dia melakukan itu padaku. “Kau sudah berapa kali begitu padaku?!” tanyaku. “Mmmm…. Empat kali. Wae? mau lagi?” godanya. “ANDWEEE!!!!” teriakku sambil memukul kepalanya. “Ahh!!” dia mengaduh. “Jangan macam-macam ya KAMU!” tukasku lalu tertawa.

Aku biarkan 15% ingatanku pergi bersama dengan dua perasaan cintaku dengan dua namja itu. walaupun awalnya menjadi 1 Yeoja dengan 3 Namja, sekarang aku sudah memilih kan? 1 Namja untuk 1 Yeoja, begitu juga sebaliknya. Toh sepertinya dua sahabatku itu ikhlas kan? Hehehe… Kalau aku harus lupa ingatan agar bisa bersama orang yang aku cinta, sepertinya aku rela. Apa kamu rela juga? Hehehehe….

——————– THE END ———————

wah, akhirnya selesai juga!!! saya benar-benar berterima kasih sama kalian yang udah setia membaca… walaupun mungkin FF ini tidak menarik karena ya saya masih pemula. sangat pemula. saya belum ada pengalaman untuk bikin FF yang SUPER MENARIK ._. tapi tenang, saya akan terus berkarya😉 saya akan menciptakan sebuah maha karya yang super hebat (?) hahahaha😀 dan bener-bener berharap, pengen banget gitu ya…. casts nya baca ff aku u,u wkwkwkw ;P

oke deh… terima kasih sekali lagi ya…. untuk kalian semua yang rajin membaca FF pertama saya…. yang rajin comment (walaupun baru dikit comments nya)… hehehehe :)) terima kasih… sampai jumpa di FF selanjut-nyaaa :)))