Annyeong😀 ini dia part 7-nya. HAPPY READING :)) jangan lupa comment ;p

————————————————————————

[Author POV]

“K-k-kk… Kau…?” yeoja itu membelalakkan matanya lebar sekali, sampai-sampai bisa mengeluarkan dua bola matanya dari tempatnya. Namja yang kini berdiri di depannya itu mengulurkan tangannya, tanpa senyum di wajah tampannya. Hee Yeon masih tidak bisa mencerna semua ini. Sejak kapan namja ini berdiri di situ? Dimana dia sembunyi tadi?! Kenapa bisa begini?? Semua itu terus berputar di kepala Hee Yeon sehingga dia tidak menanggapi uluran tangan namja itu.

“Kau mau berdiri atau tidak?” tanya namja itu. Hee Yeon hanya diam, memandang tidak percaya dengan yang dilihatnya. Akhirnya, tanpa basa-basi, namja di hadapannya menarik Hee Yeon berdiri, tapi sayangnya keseimbangan Hee Yeon belum kembali, ditambah dengan kemunculan orang di hadapannya ini secara tiba-tiba.

“Kau kenapa terkejut begitu? Apa aku menakutkan?” tanya namja itu. Hee Yeon tetap diam, terpaku, tanpa sedetik pun berkedip. “Bisakah kau kedipkan matamu itu sedetik saja? Aku tahu aku tampan.” Ujar namja di hadapannya itu. “Bisakah kau pergi?” tanya Hee Yeon akhirnya. “Mwo? Waeyo?” tanya namja dengan tinggi 180 senti di hadapan Hee Yeon. Wajahnya terlihat sangat terkejut.

“Bisa kau berhenti mengucapkan kata-kata itu?” tanya Hee Yeon. “Wae?” tanya namja itu dingin. “Kau hanya membuatku semakin sakit, Kyuhyun-ssi! Tidak kah kau sadar? Aku dibuat frustasi oleh tiga namja dalam waktu yang tidak sampai setengah tahun!! Tidak kau rasakan penderitaanku, hah?!” Hee Yeon mengepal tangannya kuat-kuat.

“Aku tidak akan melepaskanmu.” Ujar Kyuhyun. “Wae?” tanya Hee Yeon. “Karena hanya kau yang bisa membuatku kalah main game!!” teriak Kyuhyun. “Kau ini apa-apaan sih?! Kalah main game malah menyalahkan orang!! Kau pikir ini lucu??” Hee Yeon semakin kesal. “Kau tahu!? Aku kalah main game karena aku selalu memikirkanmu! Kau tahu kenapa aku mengajakmu ikut olimpiade? Karena aku mau bisa berdua denganmu. Dan kau tahu?? Saat olimpiade, Park Seonsaengnim tidak datang! Aku tidak tahu kenapa. Tapi aku berbohong padamu. Karena aku takut kau bersikap dingin padaku…. Semua salahku. Karena berani-beraninya menciummu.” Ujar Kyuhyun panjang lebar sambil menatap yeoja itu dalam-dalam.

“Kyuhyun-ssi, bisa berhenti mengungkit kejadian itu? Kau, HyukJae-ssi, dan Siwon-ssi! Membuatku tidak bisa tidur semalaman, membuaku tidak bisa makan, karena setiap saat yang ada dipikiranku hanya kalian! Bisa kalian berhenti menggangguku?? Aku frustasi!! Bagaimana bisa aku tenang kalau setiap saatku penuh penyesalan karena tidak menerima cinta HyukJae-ssi? Bagaimana bisa aku tenang kalau setiap bersama HyukJae-ssi aku selalu memikirkanmu? Dan bagaimana bisa… Aku mencintai Siwon-ssi karena dia sudah menjadi pahlawanku?” Hee Yeon tidak kalah emosi dan bicara panjang lebar.

Kyuhyun menarik yeoja yang kini tengah menangis itu ke dalam pelukannya. “Maaf… Maaf Hee Yeon. Aku tidak pernah bermaksud menyiksamu….” Kyuhyun menyandarkan dagunya di puncak kepala yeoja yang kini tengah menangis di dadanya. “Kyuhyun-ssi… Maukah kau mengganti aroma tubuhmu?” tanya Hee Yeon sambil terisak. “He? Wae?” tanya Kyuhyun bingung. “Aroma itu… Membuatku selalu rindu kamu….” jawab Hee Yeon. “Sebegitunya ingin melupakanku?” tanya Kyuhyun.

Hee Yeon hanya diam. “Haruskah kau menyiksaku juga, Hee Yeon?” tanya Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. Hee Yeon masih terisak dan tidak berusaha melepaskan pelukan namja itu. Ia ingin menikmati aroma tubuh namja itu untuk yang terakhir kalinya…

~~~~~~

“Yeoboseyo?”

“Bisa datang ke taman sekarang?”

“Ada apa Hee Yeon-ah?” tanya HyukJae. “HyukJae-ssi aku sudah terlalu sering menyakitimu ya?” tanya Hee Yeon. “Kau kenapa?” HyukJae memegang kedua bahu yeoja itu erat-erat. “HyukJae-ssi… aku tidak tahu bagaimana lagi caranya. Aku tidak mau menyakitimu lebih jauh lagi. Tapi bisakah kau mencintai yeoja lain?” tanya Hee Yeon. “Hee Yeon-ah, seberapa seringpun kau memintaku melakukan itu, hal itu tidak akan terjadi.” HyukJae menghempaskan tubuhnya di bangku taman.

Hee Yeon hanya berdiri memandang HyukJae. “Kalau begitu…. Kau harus belajar melakukan itu.” ujar Hee Yeon. “He?” HyukJae terlihat semakin bingung. “Ne. Kau harus belajar untuk melupakanku. Aku tidak bisa lagi kalau harus tersiksa begini.” Hee Yeon ikut duduk di sebelah HyukJae. “Waeyo? Apa kau sudah jadian dengan—“ “Aku tetap single. Dan jangan bahas soal dia lagi. Bagaiman HyukJae-ssi? Bisa kabulkan?” tanya Hee Yeon. “Untuk tidak membahasnya, aku bisa. Berhenti mencintaimu? Aku tidak bisa.” Jawab HyukJae.

“Apa kau akan membiarkanku jadi remaja depresi?” tanya Hee Yeon. “Kau kenapa Hee Yeon?” tanya HyukJae bingung. Dia semakin bingung dan tidak mengerti. “HyukJae-ssi… Bisa kau ubah aksen bicaramu?” tanya Hee Yeon. “W-wae?” tanya HyukJae. “Karena kalau biarkan aksen bicaramu seperti itu…. aku akan sangat merindukannya.” Ujar Hee Yeon. “Maaf kalau aku jadi egois begini. Tapi aku mau menyelamatkan diriku. Aku tidak mau menjadi Shin Hee Yeon yang depresi, frustasi, gila, atau apalah itu!” Hee Yeon menyandarkan punggungnya pada sandaran bangku taman.

“Tapi…” Hee Yeon mendesah, “bisa kau terus bicara padaku? Apa saja… untuk hari ini, aku akan mendengarkanmu. Karena aku akan sangat merindukan suaramu HyukJae-ssi.” Ujar Hee Yeon sembari menyandarkan kepalanya di bahu namja itu. HyukJae menoleh sekali, melihat Hee Yeon. “Baiklah…” HyukJae bercerita padanya. Panjang lebar, hingga akhirnya sore tiba.

~~~~~

“Hee Yeon, aku pasti bisa melakukannya!” batin Hee Yeon. Diliriknya jam di dinding kamarnya. Sudah jam 9 malam dan akhirnya dia merasa benar-benar mengantuk. Bebannya sedikit-demi sedikit berkurang. Sekarang ia bisa tidur dengan sedikit tenang. Setidaknya, ia masih bisa merasakan aroma tubuh Kyuhyun dan mengenang suara khas HyukJae.

BUZZ!! Hee Yeon meraih HP-nya. Maukah kau menungguku? “Ini siapa?” gumam Hee Yeon. Dengan cepat, dibalasnya pesan itu. Tidak sampai satu menit, sebuah balasan di terima Hee Yeon. Siwon. Bisa menungguku? Aku hanya tidak mau salah dengan perasaanku. “A-apa maksudnya? Sudah bagus aku bisa melupakan dua namja tadi. Sekarang? Hhh~” Siwon-ssi, aku hanya minta padamu…. Semoga kau tidak merasakan apa yang aku rasakan ya. Balas Hee Yeon. Tidak lama setelahnya, Siwon kembali membalas pesan itu. Aku juga berharap begitu. Hee Yeon akhirnya jatuh tertidur, tanpa sempat membalas pesan dari Siwon.

—————————— to be continue ——————————

Tunggu part 8 ya… okok? sabar menunggu kan? please, ok…. I’m waiting for many comments😉