Annyeong, ini dia part 8 nya🙂 happy reading, dan jangan lupa comment nya yaaaaa🙂

—————–

[Hee Yeon POV]

“Siwon-ssi!” aku berlari mengejar Siwon-ssi. Dia berhenti dan membalikkan badannya sehingga saat ini kami saling berhadapan. Tinggiku hanya sepundaknya, membuatku semakin lelah menghadapnya. Jadi kuputuskan untuk mundur selangkah agar tidak terlalu mendongak. “Waeyo?” tanya namja itu dingin. Ah, apa memang seperti itu dia? Menyebalkan sekali!

“Emm…. Begini. Aku hanya berharap, kau tidak salah dengan perasaanmu itu. Tapi sebelum semua ini terlalu jauh, sebaiknya kita jaga jarak saja.” Ujarku, takut-takut. “Wae?” tanyanya, masih dingin tapi kudengar nada tak suka dari mulutnya. “Aku hanya tidak mau jadi yeoja gila. Arasseo?” jawabku. “Baiklah kalau itu yang kau mau.” Dia mengangguk pasrah. “Kamsahamnida, Siwon-ssi. Tolong jaga gelang berhargaku dengan baik ya. Dan… bisa kau tersenyum untuk terakhir kalinya padaku?” tanyaku enteng. “Untuk apa?” tanyanya, enteng. “Biar kukenang senyum itu. Kalau kau tersenyum, kau terlihat lebih tampan. Jadi sebaiknya, sering-seringlah tersenyum.” Ujarku.

Kulihat beberapa yeoja di sekelilingku memandangku dengan wajah ‘awas ya kumakan kau hidup-hidup sebentar lagi’. “Arasseo, Siwon-ssi?” tanyaku. “Ne.” jawabnya sambil tersenyum. Senyum yang sangat manis. Seketika itu juga, aku ingin menangis. Ingin sekali aku bilang padanya, “Siwon-ssi, jangan dengarkan perkataanku tadi. Aku hanya bercanda!” tapi itu tidak mungkin. Jadi setelah dia tersenyum begitu manis padaku, aku segera berbalik dan berlari sekencang-kencangnya. Menuju suatu tempat yang jarang dikunjungi siswa.

Atap sekolah. Di sini lah aku sekarang. Berdiri di tepi gedung sekolah. Kurasakan angin menerpa tubuhku. Kuhirup udara itu dalam-dalam untuk menenangkan pikiranku.

“Apa aku egois?”

“Apa aku jahat?”

“Apa aku akan sanggup?”

“Apa aku…. Bisa kehilangan mereka semua?”

“Apa—“ “Akhh!” kurasakan seseorang memeluk tubuhku dari belakang. “Mianhae, Hee Yeon-ah!” kutolehkan kepalaku. “Taeyeon-ssi? Sedang apa disini?” tanyaku. “Mianhae…” ujarnya. Aku tidak mengerti yang dia katakan. “Kau kenapa?” tanyaku sambil balik badan. Kami berhadapan. Kulihat air mata di wajahnya. “Maafkan aku yang sebesar-besarnya, Hee Yeon-ssi. Maaf!” Taeyeon-ssi mendorongku hingga aku terjengkang jatuh. Jatuh ke bawah. Dari atap sekolah.

~~~~~

[Siwon POV]

“Aaaakkh!!!” BRUUUK!!!

Aku terkejut dengan makhluk yang jatuh secara tiba-tiba di hadapanku. Dan aku lebih terkejut lagi melihat siapa yang jatuh. “Hee Yeon-ssi!?!” aku langsung berjongkok di depannya. Darah mengalir dari hidung dan kepalanya. “Hee Yeon-ssi!!” aku mengguncang tubuhnya. Dia pingsan. Segera kuangkat tubuhnya.

“Kim Seonsaengnim!!” teriakku memanggil guru olah raga kami. “Mwo?! Siwon-ssi, cepat bawa ke rumah sakit!!” Kim Seonsaengnim langsung melemparkan kunci mobilnya padaku begitu melihat aku menggendong Hee Yeon yang sudah bersimbah darah.

Segera kupacu mobil itu ke rumah sakit. “Bertahanlah, Hee Yeon-ssi…” entah bagaimana caranya, tiba-tiba air mataku mengalir begitu saja. “Maaf Anda bisa tunggu di sini.” Seorang suster mencegahku masuk. Aku diminta duduk di ruang tunggu.

Tidak lama kemudian, kulihat HyukJae-ssi berlari. Apa yang namja itu lakukan?! “Siwon-ah!” dia berteriak memanggil namaku ketika dia melihatku. “Bagaimana keadaannya!?” tanya HyukJae-ssi. “Mana kutahu. Dia masih di dalam. Apa yang kau lakukan?” tanyaku. “Aku dengar dari Kim Seonsaengnim.” Jawabnya sambil tersengal-sengal.

Tidak lama kemudian, datanglah namja yang satu lagi. Kyuhyun-ssi. Aish~ apa lagi sih dia?! Kulihat perubahan raut wajah juga terjadi pada HyukJae-ssi yang sepertinya tidak suka dengan kehadiran namja satu ini. “Bagaimana keadaannya?!” tanya Kyuhyun-ssi. “Mana kami tahu!” jawab HyukJae-ssi dengan kesal.

Dan tidak lama kemudian, seorang suster keluar. “Kondisinya kritis. Sekarang dia masih belum sadar. Sebaiknya kalian berdoa untuk keselamatannya. Apa kalian sudah menghubungi keluarganya?” tanya suster itu. “Akan kuhubungi.” Ujar Kyuhyun-ssi seraya mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa tombol.

Dia pergi untuk bicara dengan keluarganya. “Dokter masih menjahit luka di kepalanya.” Lanjut suster itu lalu pergi. “Begitu ya…” aku benar-benar takut kehilangannya. Sama seperti aku takut kehilangan Hyo Jin. Seketika itu juga aku gemetar. “Kau kenapa Siwon-ah!?” tanya HyukJae-ssi. Aku menangis dan terus gemetar. Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku. “Siwon-ah! Kau kenapa?!” tanya HyukJae-ssi.

“Hyo Jin….” Entah kata-kata itu keluar dari mana. “Hyo Jin?! Siapa dia?! Siwon-ah, kau kenapa?” tanya HyukJae-ssi. “Akkhh!!” aku menundukkan kepalaku sembari menyembunyikan wajahku. “Siwon-ah…” HyukJae-ssi merebut HP dari saku bajuku dan menghubungi seseorang. Sepertinya dia menghubungi adikku karena sekitar 15 menit kemudian, Minho datang.

“Hyung kau kenapa?” tanya adikku itu. Segera kupeluk dirinya yang terlihat khawatir. “Jangan ambil dia…” ujarku. “Hyung….” Dia mengelus punggungku. “Hyung sebaiknya kita pulang.” Ajak Minho. “Tidak! Di dalam Hyo Jin sedang kritis!!” ujarku. “Ha? Hyo Jin? YA! Kau bicara apa sih? Di dalam itu Hee Yeon-ah!!” seru HyukJae-ssi.

Aku bingung. Apa sih ini?! “Hyung ayo kita pulang! HyukJae Hyung, aku… titip Noona padamu ya.” Ujar Minho seraya menarik tanganku agar pergi dari rumah sakit. Aku tidak bisa menghentikan getar di tubuhku.

“Hyung mau sampai kapan terus begini? Tidak bisa kah Hyung relakan Hyo Jin Noona pergi?” tanya Minho di mobil. Aku masih menangis. *kebayang gak Siwon frustasi, nangis? T_____T* “Hyung, Hyo Jin Noona sudah tenang di sana. Jangan kau lakukan hal yang sama dengan Hee Yeon Noona.” Ujar Minho. “Dia…. Tidak akan meninggalkanku kan?” tanyaku pada Minho. “Tidak Hyung. Kau harus berdoa untuknya. Lakukan apa yang kau lakukan ketika hal yang sama terjadi pada Hyo Jin Noona.” Ujar Minho sambil menepuk bahuku.

~~~~~

[Kyuhyun POV]

“Yeoboseyo?” “Ah… Ahjuma. Ini… Cho Kyuhyun.” ujarku ragu. “Ah, ne. Waeyo? Bukankah ini masih jam sekolah?” tanya Shin Ahjuma. “Ne. Begini Ahjuma. Hee Yeon… dia di rumah sakit sekarang. Ada kecelakaan tadi di sekolah.” ujarku. “MWO?! OMO~ Ba-bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Shin Ahjuma. “Masih kritis. Ahjuma… Bisa datang ke sini sekarang?” tanyaku. “Ne. Kamsahamnida, Kyuhun-ssi.” “Ne, ne.” jawabku. Tidak lama, telepon ditutup.

Kulihat Siwon-ssi dibawa keluar oleh seseorang. Adiknya? Lalu aku pergi menghampiri HyukJae-ssi yang sedang duduk di ruang tunggu. “HyukJae-ssi, ada apa dengan Siwon-ssi? Siapa laki-laki satunya?” tanyaku. “Dia gemetar. Dan… menyebut-nyebut nama Hyo Jin. Laki-laki itu adiknya.” Jawab HyukJae-ssi dingin. Namja ini… kenapa?

“YA! Kau kenapa sih?” tanyaku akhirnya. Aku benar-benar kesal dengan sikap dinginnya. Aku tahu betul namja seperti apa dia ini. Dia bukan orang yang dingin. Sebenarnya dia orang yang periang karena aku selalu melihatnya bersikap begitu di sekolah. “Maksudmu apa?” tanya HyukJae-ssi. “YA! Aku bertanya padamu kenapa kau balik bertanya?” tanyaku kesal. “Cih~! Apa itu urusanmu?” tanya HyukJae-ssi. “Apa kau cemburu denganku?” tanyaku, usil.

“Cih~! Maksudmu apa?” tanya HyukJae-ssi. “Ya kau pasti paham lah. Aku setiap malam bisa bertemu dengannya, sedangkan kau hanya bisa bertemu dengannya di sekolah dan waktu-waktu tertentu. Apa kau cemburu?” tanyaku. “Cih~~ cemburu dengan namja sepertimu? Kalau dipikir-pikir sih, aku bisa saja cemburu padamu. Tapi untuk apa?” tanya HyukJae-ssi. “Karena aku-lah yang memiliki ciuman pertamanya.” Jawabku.

Matanya terbelalak kaget, mulutnya terbuka juga, menandakan dia super kaget. “Waeyo?” tanyaku, mengejek. “K-kk-kau? YA—“ “Aku menciumnya lebih dulu, sebelum kau menciumnya di mobil setelah pulang pesta itu.” sahutku sebelum dia menyelesaikan perkataannya.

“Kyuhyun-ssi!” aku menoleh, begitu juga dengan HyukJae-ssi. Kulihat Shin Ahjuma berlari ke arah kami, bersama dengan seorang pria cukup gendut *maaf* yang sepertinya adalah kakaknya Hee Yeon. “Annyeong Ahjuma.” Aku membungkukkan badanku diikuti dengan HyukJae-ssi yang sepertinya baru tahu kalau Ahjuma ini adalah ibunya Hee Yeon.

“Bagaimana keadaan Hee Yeon-ah?” tanya Shin Ahjuma terlihat sangat khawatir. “Masih kritis. Maafkan aku, Ahjuma belum bisa menjaga Hee Yeon-ah dengan baik. Padahal kita bertetangga dan aku juga lumayan dekat dengannya.” Ujarku, menyesal. Aku tulus mengucapkan hal ini. Bukan mau cari muka. “Ah…. Kau pasti Oppa-nya Hee Yeon?” tanyaku, ragu-ragu. “Ah, ne ne ne. Shin Dong. Shin Dong Hee.” Ujarnya seraya mengulurkan tangannya padaku. “Joneun Cho Kyuhyun imnida, wa Lee HyukJae-ssi.” Ujarku sambil mengenalkan HyukJae-ssi pada Oppa-nya Hee Yeon.

“Annyeong.” Ujarnya ramah. “Hyung, bukankah kau sedang di luar negeri?” tanyaku pada Shin Dong Hyung. “Ah, kebetulan aku memang sedang dalam perjalanan pulang dari luar negeri. Lalu setiba di rumah, Eomma langsung bilang Hee Yeon-ah kecelakaan.” Jawab Shin Dong Hyung.

[HyukJae POV]

“Hyung bukankah kau sedang di luar negeri?” tanya Kyuhyun-ah pada Shin Dong Hyung. Sepertinya anak ini tahu banyak tentang keluarga Hee Yeon-ah. Apa…. Hee Yeon-ah banyak cerita pada Kyuhyun-ah tentang keluarganya? Tapi kenapa? Apa Hee Yeon-ah jatuh cinta pada namja super pintar di sekolah? Kalau iya…. Wajar saja sih. Dan aku juga…. mengerti.

Tiba-tiba ponselku bergetar. Ternyata Min-ah yang telepon. “Yeoboseyo?” ujarku, sedikit malas. “HyukJae-ah, bagaimana keadaan Hee Yeon-ah?” tanyanya. Eh? Sepertinya ini bukan Min-ah. Suaranya…. Berbeda. “Nuguseyo?” tanyaku. “Ah, mianhae. Ini aku, Seohyun.” Jawabnya. “OH! Ne. Dia masih kritis. Apa Siwon-ah sudah kembali?” tanyaku. “Tadi dia kembali hanya untuk mengambil tasnya, sepertinya dia pulang. Wajahnya pucat.” Jawab Min-ah. “Begitu ya? Baiklah.” Jawabku. Aku sedikit khawatir dengan namja super tampan itu. Eits! Tidak, mungkin dia tampan. Tapi jauh lebih tampan aku *-*

“Kalau Hee Yeon-ah sudah sadar, sampaikan salamku untuknya ya. Oh ya… sepulang sekolah, aku dan Min-ah akan menyempatkan diri untuk ke rumah sakit.” Ujar Seohyun-ah. “Ne. Akan kusampaikan.” Jawabku. “Ne. Annyeong.” Dia menutup telepon. “Oh ya, tadi siapa yang membawa Hee Yeon-ah ke rumah sakit?” tanya Shin Ahjuma. “Em… Tadi ada teman kami satu lagi. Namanya Siwon, Choi Siwon. Anak pemilik sekolah.” jawab Kyuhyun tanpa malu memuji Siwon. Sebenarnya anak ini cinta tidak sih sama Hee Yeon?!

“Sekarang dia dimana?” tanya Shin Ahjuma. “Dia sepertinya terlalu shock, jadi dijemput pulang oleh adiknya.” Jawab Kyuhyun. “Oh arasseo. Kalau dia datang lagi, sampaikan salam Ahjuma padanya ya. Bilang juga kalau Ahjuma ingin bertemu dia secepatnya, Ahjuma ingin berterima kasih padanya.” Ujar Ahjuma sambil tersenyum kecil. “Ne.” Kyuhyun mengangguk. Aku benar-benar merasa bodoh di antara mereka semua.

Shin Dong Hyung tidak henti-hentinya berdoa demi keselamatan adiknya.

—————– to be continue —————————

gimana? hehehe…. ditunggu bgt ya commentnya… hehehe…. selamat membaca part 9 yaa😮